Senin, 21 Maret 2016

Cara Usir Tikus, Semut atau kecoa dr Rumah

Kulit telur ayam ternyata miliki banyak manfaat. Seperti dipublikasikan Unicity, simak di bawah ini.

Membasmi Hama Tikus, Kecoa serta Semut

Langkahnya :
Keringkan serta giling kulit Telur. Kemudian, baru Anda giling untuk menghancurkannya jadi bubuk atau serbuk.
Lalu, taburkan bubuk kulit telur itu segera pada hama yang Anda jumpai di taman rumah.
Bubuk kulit telur bisa mengusir serta membunuh sebagian jenis hama, seperti siput, keong, mollusca, kutu, kumbang, Tikus, Kecoa serta Semut.
Bila terkena bubuk kulit telur, hama itu akan segera menggeliat.

Mereka bakal bergerak untuk beberapa waktu, berputar serta berbalik serta akhirnya mereka bakal mati.

Basmi Hama pada tanaman

Taburkan bubuk kulit telur daun tanaman favorit Anda yang sudah rusak terserang hama.
Ini dapat adalah salah satu langkah memakai kulit telur untuk pengendalian hama.
Hama bakal menjauh dari daun itu serta membunuh hama yang lain yang menempel diatas daun.
Diluar itu, taburkan juga bubuk kulit telur di sekitar permukaan tanah tanaman Anda.
Bila terjadi hujan, jadi taburi lagi bubuk itu untuk mengusir hama menjauh dari tanaman Anda.

Mengendalikan Hama Tanaman
Cangkang telur mengandung kalsium yang dapat jadi musuh utama tanaman seperti siput, hama putih serta beberapa jenis hama lain.

Anda dapat menggunakan cangkang telur sebagai media untuk menumbuhkan tanaman, caranya :
• Lubangi beberapa bagian cangkang telur lalu tambahkan dalam tanah
• Setelah itu is cangkang telur dengan tanah serta masukan benih bunga, buah atau sayuran
• Tanaman bakal tumbuh subur tanpa ada diganggu oleh hama tanaman.
• Hal ini lantaran hama umumnya tidak suka pada efek serta bau cangkang telur.

Hal ini terjadi karena kulit telur memiliki lapisan kutikula adalah lapisan terluar yang memiliki ketembalan 10 µm serta saluran pori.
Dan berperan melindungi telur dari kelembaban serta mikroorganisme.
Serta membantu pertukaran gas yang masuk dalam telur.
Komposisi Senyawa Kimia dalam Cangkang Telur Ayam
Cangkang telur adalah lapisan berkapur yang menyusun 9-12 % dari berat telur total.
Cangkang telur tersusun kira-kira 94 % kalsium karbonat, 1 % magnesium karbonat, 1 % kalsium fosfat, serta 4 % bahan organik terlebih protein.
Mengatasi masalah saluran air yang tersumbat

Terkadang kita kerap alami masalah saluran air, yakni tersumbat hingga mengganggu aktivitas kita.
Serta seperti yang kita kenali perlakuannya juga lewat cara menusuk-menusuksaluran supaya kotoran-kotoran yang menyumbat bisa mengalir dengan lancar.
Nah, di segi lain ada langkah unik untuk melancarkan saluran air yang tersumbat yakni dengan menggunakan kulit telur pastinya.

Haluskan kulit telur sampai jadi bubuk, lantas tuangkan dalam saluran yang tersumbat, lalu biarlah selama semalaman, esok harinya, tentunya saluran air yang tersumbat telah lancar kembali.
Anda dapat juga menambahkan sedikit cuka untuk hasil yang maksimal.

Pupuk
Tenyata kulit telur kaya kalsium. Jadi, kulit telur itu dapat hancur dengan sendirinya serta menebar di tanah hingga jadi pupuk yang memiliki kandungan kalsium tinggi yang dibutuhkan oleh tanaman.
Langkahnya yakni hancurkan cangkang hingga jadi sebagian potongan kecil, lantas taburkan di ruang yang bakal di tanami.
Cangkang telur mengandung beragam jenis type mineral. Anda dapat memakai cangkang telur untuk menyuburkan tanah, caranya yaitu :
• Hancurkan cangkang telur sampai jadi lebih lembut
• Masukan cangkang telur kedalam pot-pot lalu tutupi dengan tanah
• Tanaman seperti buah, sayuran atau bunga dapat jadi begitu subur.

Pestisida organik
Dalam memasak, pastinya kita ingin menghasilkan makanan yang higienis serta aman untuk kesehatan.
Serta tidak banyak juga orang yang berulang-ulang kali mencuci sayuran dan buah-buahan dengan menggunakan air.
Nah, nyata-nyatanya kulit telur miliki khasiat nih untuk membersihkan sayur serta buahan-buahan, diluar itu sayur serta buah-buahan itu tidak akan rusak, lantaran kulit telur dapat mengusir hama, seperti siput, lalat atau ulat.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Metode dan Prosedur Seleksi Penerimaan Karyawan

Seleksi adalah usaha pertama yang harus dilakukan perusahaan untuk memperoleh karyawan yang qualified dan kompeten yang akan menjabat serta mengerjakan semua pekerjaan pada perusahaan. Kiranya hal inilah yang mendorong pentingnya pelaksanaan seleksi dan penerimaan karyawan baru bagi setiap perusahaan. Pelaksanaan seleksi harus dilakukan secara jujur, cermat, dan objektif supaya karyawan yang diterima benar-benar qualifid untuk menjabat dan melaksanakan perosedur seleksi penerimaan karyawan. Beberapa metode yang tepat untuk menyeleksi para calon karyawan menurut Malayu Hasibuan (2002:50), metode-metode tersebut diantaranya, sebagai berikut:

A. Metode Non Ilmiah Metode non ilmiah adalah seleksi yang dilakukan dimana dasar pemilihannya tidak didasarkan kepada kriteria atau standar ataupun spesifikasi jabatan, tetapi hanya berdasarkan kepada perkiraaan pengalaman. Metode ini merupakan metode seleksi yang berdasarkan tradisi lama atau metode lama, itu mempunyai kelemahan besar yaitu tidak mempunyai pegangan yang pasti akan tepat tidaknya seorang keryawan untuk memangku suatu jabatan. Menggunakan bahan-bahan pertimbangan sebagai berikut: Surat lamaran bermaterai atau tidak. Ijazah sekolah dan daftar nilai. Surat keterangan pekerjaan dan pengalaman. Referensi atau rekomendasi dari pihak yang dapat dipercaya. Mengadakan wawancara langsung dengan pelamar yang bersangkutan.

B. Metode Ilmiah Metode ilmiah adalah seleksi yang dalam pelaksanaannya berdasarkan kepada spesifikasi jabatan dan kebutuhan nyata yang akan diisi serta pedoman kepada kriteria dan standar tertentu. Seleksi metode ini merupakan pengembangan seleksi non-ilmiah. Dalam metode Ilmiah berdasarkan ilmu pengetahuan diadakan test kepada calon karyawan yang mana nilai dan hasil test tersebut sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusa apakah karyawan tersebut diterima atau ditolak. Adapun presedur seleksi yang lazim diadakan adalah sebagai berikut:

Seleksi surat lamaran yang masuk.
 ~Pengisian formulir lamaran.
 ~Pemeriksaan referensi.
 ~Wawancara pendahuluan.
 ~Test-test pemeriksaan.
 ~Test psikologi.
 ~Persetujuan atasan langsung.
 ~Memutuskan diterima atau ditolak.
 ~Prosedur Seleksi

Langkah I Penerimaan pendahuluan Proses seleksi merupakan dua arah. Organisasi memilih para karyawan dan para pelamar memilih perusahaan. Seleksi dimulai dengan kunjungan calon pelamar ke kantor personalia atau dengan permintaan tertulis untuk aplikasi. Pada saat ini biasanya dilakukan penyeleksian surat-surat lamaran yang masuk menjadi dua bagian, yaitu surat lamaran yang memenuhi syarat dan surat lamaran yang tidak memenuhi syarat. Lamaran yang tidak memenuhi syarat berarti gugur, sedangkan lamaran yang memenuhi syarat dipanggil untuk mengikuti seleksi berikutnya.

Langkah II Tes-tes Penerimaan. Tes penerimaan sangat berguna untuk mendapatkan informasi yang relatif objektif tentang pelamar yang dapat dibandingkan dengan para pelamar lainnya dan para karyawan yang sekarang. Selain itu tes penerimaan merupakan proses untuk mencari data calon karyawan yang disesuaikan dengan spesifikasi jabatan yang akan dijabat. Bentuk-bentuk tes penerimaan ini biasanya adalah: -Physical tes (medical tes), yaitu suatu proses untuk menguji kemampuan fisik pelamar. Academic tes (knowledge tes), yaitu proses menguji kecakapan yang dimiliki pelamar sesuai dengan kebutuhan jabatan yang akan diisinya. -Physychological tes, yaitu proses menguji tentang kecerdasan, bakat, prestasi, minat, dan kepribadian dari pelamar.

Langkah III Wawancara Seleksi. Wawancara seleksi adalah percakapan formal dan mendalam yang dilakukan untuk mengevaluasi diterimanya atau tidak seorang pelamar. Dengan percakapan langsung, pewawancara yang berpangalaman dan jeli akan dapat menggali kemampuan seorang pelamar. Dengan wawancara ini pula akan diperoleh informasi dari setiap pelamar, kemudian dibandingkan satu persatu siapa yang paling tinggi kemampuannya untuk melakukan pekerjaan itu.

Langkah IV Pemerikasaan Referensi : Memeriksa referensi adalah meneliti siapa referensi pelamar, dipercaya atau tidak untuk memberikan informasi mengenai sifat, perilaku, pengalamn kerja, dan hal-hal lain yang dianggap penting dari pelamar. Referensi pada dasarnya adalah seseorang yang dapat memberikan informasi dan jaminan mengenai pelamar yang bersangkutan. Referensi yang digunakan biasanya adalah personel references dan employement references. Personal references adalah referensi yang dapat memberikan informasi mengenai karakter dan kondisi kesehatan atau penyakit yang pernah dialami pelamar. Referensi ini biasanya diberikan oleh keluarga atau teman-teman dekat pelamar. Employement references adalah referensi yang dapat memberikan informasi atau semacam jaminan mengenai latar belakang maupun pengalaman kerja pelamar bersangkutan. Referensi ini biasanya diberikan oleh perusahaan asal pelamar atau oleh teman yang telah pernah bekerja sama dalam suatu organisasi. Jadi pada prinsipnya, semakin penting, strategis, dan vital suatu jabatan, semakin cermat pemeriksaan referensi.

Langkah V Evaluasi Medis. Evaluasi ini merupakan pemeriksaan kesehatan fisik pelamar apakah memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan untuk jabatan yang bersangkutan. Evaluasi ini hendaknya diperhatikan dengan cermat karena sangat menentukan prestasi kerja karyawan. Tidak mungkin karyawan akan dapat berprestasi baik jika ia sering sakit dan tidak dapat hadir untuk melaksanakan tugas-tugasnya.

Langkah VI Wawancara oleh Penyelia: Kepala bagian atau atasan langsunng mewawancarai pelamar untuk memperoleh data yang lebih mendalam tentang kemampuan pelamar dalam melaksanakan tugas-tugas yang akan diberikan kepadanya. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan praktis pelamar dalam mengerjakan pekerjaan dan juga untuk memperoleh gambaran apakah pelamar dapat diajak bekerja sama atau tidak. Wawancara akhir akan menentukan diterima atau tidaknya pelamar menjadi calon karyawan pada perusahaan tersebut.

Langkah VII Penerimaan : Top manajer akan memutuskan diterima atau ditolaknya pelamar setelah memperoleh hasil dari seleksi-seleksi terdahulu. Keputusan ini menandai berakhirnya proses seleksi. 

Langkah VIII Penempatan : Penempatan adalah tindak lanjut dari seleksi, yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima (lulus seleksi) pada jabatan atau pekerjaan yang membutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan authority kepada orang tersebut. Dengan demikian, calon karyawan itu akan dapat mengerjakan tugas-tugasnya pada jabatan bersangkutan

Staffing Karyawan

STAFFING KARYAWAN


STAFFING
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi

Rekrutmen
serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian.Sasaran dari perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh tenaga kerja, analisis pekerjaan (job analysis) adalah dasar dari perekrutan.
Menurut Mathis and Jakson, perekrutan adalah proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang berkualifikasi bagus untuk pekerjaan didalam organisasi atau perusahaan.

1.      Penarikan (recruitment) adalah proses pencarian dan pemikatan para calon karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan Perekrutan Karyawan
Perekrutan karyawan ialah proses penarikan pelamar pekerjaan yang memenuhi kualifikasi. Tujuan penyelenggaraan perekrutan adalah untuk mendapatkan sejumlah pelamar yang sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Jumlah pelamar yang tepat harus sesuai dengan lowongan pekerjaan atau jabatan yang belum terisi.Tata cara perekrutan karyawan yaitu :
• Perekrutan Eksternal  adalah upaya untuk menarik pelamar pekerjaan dari luar perusahaan. Sarana untuk perekrutan eksternal yang dapat digunakan antara lain iklan surat kabar, pengumuman di kampus perguruan tinggi dan lembaga penyalur tenaga kerja.
• Perekrutan Internal adalah perekrutan dilakukan dengan mempertimbangkan karyawan yang ada untuk mengisi lowongan atau jabatan yang tersedia.
2.      Seleksi Karyawan
Proses seleksi dilakukan untuk memilih pelamar yang memiliki kualifikasi sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan.
3.      Orientasi Karyawan
Orientasi karyawan adalah proses pengenalan karyawan baru dengan perusahaan.

a.       Keterampilan yang dicari oleh perusahaan
Melalui proses wawancara, perusahaan bermaksud untuk mendapatkan pelamar yang memiliki kualifikasi sebagai berikut :
Keterampilan dalam komunikasi tertulis.
·       Kecakapan dalam mengambil keputusan yang tepat.
       Sikap terhdap pekerjaan.
·       Kecakapan komunikasi lisan.
·       Kematangan kepribadian dan sikap dewasa.
·       Kebiasaan kerja yang dapat dikembangkan.
·       Kecakapan menjalin hubungan antarpribadi.
b)        Pengecekan Referensi
Perusahaan sebagai pihak yang akan menerima pelamar sebagai karyawan berusaha mengecek untuk mengetahui latar belakang dan referensi pelamar. Sekurang-kurangnya pihak perusahaan ingin mengetahuii pekerjaan dan gaji terakhir pelamar. Hal ini berlaku bagi pelamar yang pernah bekerja di suatu perusahaan atau lembaga lain. Dengan cara ini perusahaan dapat mengetahui reputasi, karakter dan gaya hidup pelamar. Untuk lulusan dari suatu lembaga pendidikan, pengecekan referensi dilakukan melalui nilai yang tertera pada transkrip.
c)         Program Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
d)        Program Pelatihan
Bagian personalia yang membidangi SDM berusaha menyesuaikan karyawan dengan pekerjaan. Meskipun demikian target tersebut tidak mudah untuk terpenuhi. Oleh karena itu perusahaan harus memberikan pelatihan karyawan untuk dapat mengerjakan pekerjaan mereka dengan baik.

b. Pengembangan Karyawan
Pengembangan karyawan ditempuh dengan 4 jalur pendekatan yaitu pendidikan formal, penilaian, pengalaman kerja dan hubungan antarpribadi. Beberapa perusahaan memasukan pendekatan pengembangan tersebut.
e)         Evaluasi Prestasi
Evaluasi prestasi ialah suatu system formal evaluasi dan peninjauan formal tentang prestasi kerja individu atau tim. Melakuakn evaluasi prestasi bukanlah pekerjaan yang mudah bagi manajemen SDM. Meskipun demikian penilaian prestasi merupakan suatu evaluasi yang harus dilakukan. Hasil evaluasi prestasi dijadikan dasar keputusan pengembangan, promosi, pengembangan, kenaikan gaji, pemberhentian dan rotasi.
f)         Kompensasi Karyawan
Kompensasi atau imbalan kerja, yang meliputi gaji dan tunjangan, berhubungan erat dengan evaluasi prestasi. Karyawan yang melaksanakan pekerjaan dengan lebih baik cenderung memperoleh kenaikan kompensasi yang lebih besar. Pembayaran kompensasi dipengaruhi oleh beberapa factor, baik internal maupun eksternal.
g)        Promosi, Rotasi dan Pemutusan Hubungan Kerja
           
a.         Promosi
Promosi adalah peningkatan jenjang jabatan yang disertai wewenang, tanggung jawab dan kompensasi financial yang lebih besar.

b.         Rotasi
Rotasi ialah pengalihan tugas dalam sebuah perusahaan dari satu jabatan ke jabatan lain yang setara dengan tingkat gaji yang sama.

c.         Pemutusan Hubungan Kerja
Pemutusan hubungan kerja terjadi karena seorang karyawan meninggalkan perusahaan. Penyebabnya dapat karena pengunduran diri, penghentian, pemecatan atau pensiun.
(Handoko,2001:69)
STAFFING
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberi daya guna maksimal kepada organisasi. staffing sendiri dapat di artikan sebagai Penempatan karyawan pada posisi yang sesuai dengan tuntutan jabatan agar karyawan menampilkan performansi yang optimal dalam posisi tertentu yang sesuai dengan tuntutan jabatannya dalam melakukan pekerjaannya atau dapat juga di katakan pengisisan jabatan dalam struktur organisasi.
     Staffing dan organizing sangat erat hubungannya. Organizing yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi, sedangkan staffing berhubungan dengan penerapan orang-orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada dalam organisasi tersebut.
staffing yang umumnya di lakukan disebuah perusahaan/hotel terbagi kedalam 3 kelompok yakni :
·         Diawal berdirinya sebuah perusahaan
·         Pada perusahan yang sudah berjalan
·         Pada saat adanya perubahan besar
Tahap-tahap  yang di lakukan dalam staffing :
• Identifikasi kebutuhan tenaga kerja
Sebelum memulai menjalankan sebuah perusahaan (Restoran) hendaknya Terlebih dahulu kita harus mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja pada perusahaan, berapa jumlah kebutuhan dari staff, serta spesifikasi keahlian yang dibutuhkan agar karyawan yang di peroleh dapat bekerja secara maksimal nantinya, lebih efektif serta tepat guna untuk mencapai visi dan misi perusahaan dan mensukseskannya.
Contoh : sebuah hotel memiliki 5 restoran serta 1 function room  dengan kapasitas 2000 orang , untuk perekrutan serta penempatan jabatan di bagian F&B, HRD sangat harus selektif dan teliti berapa jumlah karyawan yang dibutuhkan, seperti apa spesifikasi karyawan yang diinginkan, karena jika proses perekrutan dan penempatan karyawan tidak berjalan dengan lancar, 5 restorant dan 1 function room itu tidak akan terjual dengan maksimal karena mungkin karyawan yang direkrut tidak kualifaid atau karyawan yang sudah bagus namun dalam penempatan tidak pas. Dan ini akan menimbulkan kesia-siaan dan berakhir dengan kerugian.
• Mendaftarkan tenaga kerja yang ada
Dalam program kerja HRD pasti memiliki catatan atau pendataan total keseluruhan karyawan di dalam hotel per departemen. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam pendataan jika terjadi kecelakaan didalam gedung, seperti gempa atau bom, agar proses evakuasi cepat berjalan, selain itu pendataan ini bertujuan untuk mengetahui rasio perbandingan jumlah karyawan dengan pekerjaan yang ada agar personalia atau atasan dapat menempatkan beberapa orang tambahan untuk membantu kelancaran sebuah pekerjaan atau pengurangan tenaga kerja.
• Rekrutmen dan seleksi
  Setelah di adakan pendataan maka di mulailah proses recruitment dan seleksi yaitu mencari orang-orang yang benar-benar ahli dan kompeten untuk mengisi jabatan yang ada, dengan beberapa pertimbangan dan persyaratan yang telah di tentukan oleh sebuah perusahaan.
• Melatih dan memberi imbalan
  Proses selanjutnya adalah setelah HRD menemukan karyawan yang cocok, di mulailah proses pelatihan biasanya sering di lakukan oleh hotel baru dimana hotel tersebut setelah melakukan proses recruitment dan seleksi kemudian menempatkan karyawan pada posisi-posisi yang telah di tetapkan sesuai dengan kualifikasi yang ada maka sebelum hotel mulai beroprasi atau biasa di kenal dengan istilah “Grand Opening”  di adakan proses pelatihan terlebih dahulu karyawan di beri pelatihan mengenai visi, misi perusahaan, SOP Perusahaan, dan lain sebagainya sehingga apabila hotel tersebut telah di buka maka semua karyawan telah mampu bekerja sesuai dengan porsinya masing-masing.
  Perusahaan juga mengumumkan adanya jenjang karir yang jelas setelah karyawan tersebut bekerja beberapa lama, Imbalan tertentu akan di berikan kepada karyawan terbaik yaitu berupa promosi dalam bentuk penghargaan lain dan sebagainya.
Sehingga pada dasarnya proses staffing itu sendiri adalah mencakup bagaimana enembapatan karyawan yang telah atau akan di rekrut sesuai dengan porsinya masing-masing dalam hal ini sesuai dengan kebutuhan perusahaan.


PEREKRUTAN INTERNAL DAN EKSTERNAL
Perekrutan Internal
Perekrutan karyawan yang akan mengisi lowongan kerja diambil dari dalam perusahaan tersebut, yakni dengan cara memutasikan atau pemindahan karyawan yang memenuhi spesifikasi pekerjaan jabatan itu. Pemindahan karyawan itu baik yang bersifat vertikal (promosi ataupun demosi) maupun bersifat horizontal. Jika masih ada karyawan yang memenuhi spesifikasi pekerjaan, sebaiknya pengisian jabatan tersebut diambil dari dalam perusahaan, khususnya untuk jabatan manajerial. Hal ini sangat penting untuk memberikan kesempatan promosi bagi karyawan yang ada.
Untuk melakukan rekrutmen internal kegiatan yang populer dan banyak digunakan diantaranya:
·         Rencana suksesi
Rekrutmen ini merupakan kegiatan yang difokuskan pada usaha mempersiapkan pekerja untuk mengisi posisi-posisi eksekutif. Program yang sangat strategis bagi sebuah organisasi/perusahaan, ini pada umumnya diselemggarakan secara informal. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi para pekerja untuk mendapatkan yang memiliki potensi tinggi dalam bidang bisnis. Pekerja itu diberi kesempatan memperoleh kesempatan setingkat eksekutif, baik sebagai pelatihan atau melalui pengalaman langsung yang berdampak untuk pengembangan karier, maupun untuk menguji kemampuannya sebelum menempati posisi penting dilingkungan organisasi/perusahaan.



·         Penawaran terbuka untuk satu jabatan (job posting)
Rekrutmen terbuka ini merupakan sistem mencari pekerja yang berkemampuan tinggi untuk mengisi jabatan yang kosong, dengan memberikan kesempatan pada semua pekerja yang berminat. Semua pekerja yang berminat untuk mengisi jabatan untuk menyampaikan permohonan untuk mengikuti seleksi intrn. Cara ini baik untuk mengisi kekosongan eksekutif tingkat bawah, guna menghindari penempatan yang bersifat subyektif.

·         Perbantuan pekerja
Rekrutmen internal dapat dilakukan melalui perbantuan pekerja untuk suatu jabatan dari unit kerja lain (pekerja yang ada). Kemudian setelah selang beberapa waktu lamanya apabila pekerja yang diperbantukan merupakan calon yang cocok/tepat dan sukses, maka dapat diangkat untuk mengisi jabatan yang kosong tersebut. Perbantuan pekrja ini merupakan sumber tenaga kerja intern yang penting untuk semua tingkatan jabatan, karena merupakan pekerja yang sudah mengenal secara baik organisasi/perusahaan tempatnya bekerja. Untuk itu pembayaran upah harus sesuai dengan jabatan baru serta insentif-insentif lainnya, agar motivasi untuk bekerja secara efektif dan efisien cukup tinggi.

·         Kelompok pekerja sementara
Kelompok pekerja sementara (temporer) adalah sejumlah tenaga kerja yang diperkerjakan dan diupah menurut keperluan, dengan memperhitungkan jumlah jam atau hari kerja. Salah satu diantaranya adalah dengan sistem kontrak, yang akan diakhiri jika masa kontrak selesai.

·         Promosi dan pemindahan
Rekrutmen yang paling banyak dilakukan adalah promosi untuk mengisi bersifat horizontal. Kekosongan pada jabatan yang lebih tinggi yang diambil dari pekerja yang jabatanya lebih rendah. Disamping itu terdapat pula kegiatannya dalam bentuk memindahkan pekerja dari satu jabatan ke jabatan yang lain yang sama jenjangnya. Dengan kata lain promosi bersifat vertikal, sedang pemindahan.

Keuntungan dari rekrutmen internal:
·      Meningkatkan moral kerja & kedisiplinan karyawan, karena ada kesempatan promosi.
·      Perilaku dan loyalitas karyawan se makin besar terhadap perusahaan.
·      Biaya perekrutan relatif kecil, karena tidak perlu memasang iklan.
·      Waktu perekrutan relatif singkat.
·      Orientasi dan induksi tid ak diperlukan lagi.
·      Kestabilan karyawan semakin baik.
Kelemahan dari rekrutmen eksternal:
·      Kewibawaan karyawan yang dipromosikan itu kurang.
·      Kurang membuka kesempatan sistem kerja baru dalam perusahaan.


Perekrutan Eksternal
Perekrutan karyawan yang akan mengisi jabatan yang lowong dengan perekrutan dari sumber-sumber tenaga kerja diluar perusahaan, Manfaat terbesar rekrutmen eksternal adalah bahwa jumlah pelamar yang lebih banyak dapat direkrut. Hal ini tentunya mengarah kepada kelompok pelamar yang lebih besar dan kompeten daripada yang normalnya dapat direkrut secara internal. Pelamar dari luar tentu membawa ide, teknik kerja, metode produksi, atau pelatihan yang baru ke dalam organisasi yang nantinya akan menghasilkan wawasan baru kedalam profitabilitas. Setiap organisasi atau perusahaan secara periodik memerlukan tenaga kerja dari pasar tenaga kerja diluar organisasi atau perusahaan. Pasar tenaga kerja merupakan sumber tenaga kerja yang sangat berpariasi. Beberapa bentuknya adalah (Nawawi,2000:178)
·      Hubungan dengan universitas
Universitas atau perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang bertugas menghasilkan tenaga kerja sesuai dengan lapangan kerja yang terdapat dimasyarakat. Dengan demikian berarti universitas merupakan sumber tenaga kerja yang dapat dimafaatkan oleh organisasi atau perusahaan, untuk mengisi jabatan dibidang bisnis/produk lini dan jabatan penunjangnya.

·      Eksekutif mencari perusahaan
Sering terjadi sebuah perusahaan memerlukan eksekutif senior untuk mengisi jabatan penting, dengan menawarkan upah/gaji yang kompetetif dibandingkan dengan perusahaan sejenis sebagai pesaingnya. Rekrutmen tersebut jika sulit dipenuhi, sekurang-kurangnya perusahaan dapat mengangkat konsultan ahli, yang dapat diperoleh diberbagai lembaga, khususnya peruruan tinggi. Rekrutmen ini jika dibandingkan dengan cara lain, ternyata relatif mahal.dengan pengangkatan konsultan, pembiayaan dapat lebih ditekan karena dapat dibatasi waktunya dalam penetapan perjanjian.

·      Agen tenaga kerja
Rekrutmen eksternal lainnya dapat dilakukan melalui agen tenaga kerja, yang memiliki calon dengan berbagai kualifikasi dan kualitasnya. Untuk itu organisasi/perusahaan hanya menyampaikan karekteristik calon yang diinginkan. Organisasi/perusahaan membayar agen apabila ternyata calon yang diajukan disetujui dan diangkat sebagai eksekutif.

·      Rekrutmen dengan advertensi
Rekrutmen eksternal dapat dilakukan dengan cara mengadventasikan tenaga kerja yang diperlukan. Untuk keperluan itu dapat dipergunakan surat kabar lokal, termasuk majalahk,radio dan televisi, bahkan melalui surat yang disampaikan secara langsung pada calon.
Bentuk lain rekrutmen yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
·      Teman/famili pekerja
Cara ini adalah memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mencalonkan seseorang yang dikenalnya, dengan ketentuan harus melalui seleksi agar memperoleh tenaga kerja yang kualifaid, cara ini disebut juga “rekrutmen dari mulut ke mulut” yang mungkin merupakan rekrutmen internal dan mungkin pula bersifat eksternal.

·      Kantor penempatan tenaga kerja
Di Indonesia dalam rangka menyalurkan tenaga kerja yang sangat besar jumlahnya, ternyata pemerintah ikut berperan aktif dalam membantu pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk itu organisasi/perusahaan dapat meminta bantuan atau bekerja sama dalam merekrut tenaga kerja baru melalui daftar tunggu pencari kerja. Setiap calon dipanggil untuk mengikuti seleksi, agar diperoleh tenaga kerja yang kompetetif.

·      Balai latihan keterampilan
Balai latihan keterampilan bertugas membantu pencari kerja untuk memeperoleh keterampilan kerja tertentu. Dari balai ini dapat diperoleh sejumlah calon yang direkomendasi, namun jika jumlahnya melebihi kebutuhan dapat dan perlu pula diseleksi melalui proses yang obyektif.

·      Organisasi profesional
Sebuah organisasi/perusahaan tidak mustahil untuk meminta bantuan atau bekerjasama dengan organisasi profesional yang relevan, dalam usaha merekrut tenaga kerja yang kualifaid.
Keuntungan dari rekrutmen eksternal:
·      Kewibawaan pejabat relatif baik.
·      Kemungkinan membawa sistem kerja baru yang lebih baik.

Kelemahan dari rekrutmen eksternal:
·      Prestasi karyawan lama cenderung tu run, karena tidak ada kesempatan
·      untuk promosi.
·      Biaya perekrutan besar, karena iklan dan seleksi.
·      Waktu perekrutan relatif lama.
·      Orientasi dan induksi harus dilakukan.
·      Turnover cenderung akan meningkat.
·      Perilaku dan loyalitasnya belum diketahui.


PROSES PEREKRUTAN DAN SELEKSI KARYAWAN
Proses perekrutan diadakan di HRD
Tahapan 
  1. Konfirmasi Job Specification
  2. Pemasangan Iklan dan Seleksi CV
  3. Psychological Test
  4. Screening Interview
  5. Progreess Meeting
  6. Simulasi Karakter (Behavior Simulation)
  7. Final Interview
  8. Shortlisted Candidates
  9. User Interview 
  10. Medical Check Up
  11. Employment Contract
Prosedur Pelaksanaan
  1. Tahap Persiapan
    1. Pembahasan deskripsi kompetensi (job description  )
    2. Persiapan alat ukur
    3. Penunjukkan assessor
  2. Tahap Pelaksanaan Test
  3. Tahap Pembuatan Laporan
    1. Menampilkan ranking hasil proses pemeriksaan para kandidat
    2. Laporan lengkap  kandidat yang lolos  ke tahap wawancara (jika tes  dilakukan secara masal untuk kepentingan seleksi).






Alur Perekrutan Karyawan



Proses seleksi karyawan diadakan di HRD

Surat Rekomendasi
Pada umumnya surat rekomendasi tidak berkaitan dengan kinerja pekerjaankarena semuanya mengandung pujian positif, yang perlu diperhaitkanbagaimana isi rekomendasi yang terutama tentang sifat-sifat orang yangdirekomendasikan sebagai bahan pertimbangan evaluasi.2.

Format Lamaran
Perlunya format lamaran adalah untuk mempermudah penyeleksi mendapatkan informasi atau data yang lengkap dari calon staf dan pengajar,dimana format ini sebagai alat
screening
untuk menentukan pelamar dalammemenuhi spesifikasi pekerjaan yang minimal dan secara khusus meminta

Tes Kemampuan
Tes kemampuan adalah alat-alat yang menilai kesesuaian antara para pelamardengan syarat-syarat pekerjaan. Pada tahap ini dilakukan penilaian terhadappara pelamar dengan syarat yang telah ditetapkan. Tes ini ditujukan untuk mendapat tenaga kerja yang sesuai dengan harapan perusahaan. Tes ini untuk mengukur tingkat kecerdasan, kepribadian, minat, bakat, prestasi danberfungsi untuk meramal berhasil tidaknya pelamar dalam melaksanakanpekerjaan, reaksi, kepandaian dan potensi.

Tes Potensi Akademik 
Tes ini untuk mengukur sejauh mana kemampuan pelamar mulai darikemampuan verbal, keterampilan kualitatif sampai pada kecepatan presepsi.

Tes Kepribadian
Tes ini untuk menaksir sifat-sifat, karakteristik pekerja yang cenderungkonsisten dan bertahan lama. Tes ini meliputi:

a)      Extroversion
 tingkat seseorang dapat berbicara, bersosialisasi, aktif danbergairah.b.

b)      Agreableness
tingkatan seseorang dapat dipercaya, ramah, hangat, murahhati, toleransi, jujur, dapat bekerja sama dan fleksibel.c.

c)      Conscientiousness
 tingkatan seseorang dapat dihandalkan,diorganisasikan, mudah menyesuaikan diri dan tekun pada tugas.d.

d)     Emotional stability
 tingkatan seseorang kokoh, tenang, mandiri danotonomi.e.

e)      Openess to experience
 tingkatan seseorang itu dapat menjadi intelektualfilosofis, penuh pengertian, kreatif, artistik dan ingin tahu.6.

Tes Psikologi
Tes ini dirancang untuk menganalisis apakah para pelamar mempunyai etikakerja yang baik, dapat dimotivasi, atau sebaliknya dapat dikalahkan olehtantangan-tantangan pekerjaan. Oleh karena itu, melalui tes psikologimerupakan alat untuk mengukur kepribadian atau temperamen, kemampuan logika dan pertimbangan, pendapat, kreativitas, serta komponen-komponenkepribadian lainnya.

Wawancara
Wawancara merupakan suatu percakapan mendalam dan formal yangdiadakan untuk mengevaluasi tentang pelamar.

Wawancara dengan Superior
Tanggung jawab terakhir untuk keberhasilan pekerja yang baru diterimaterletak pada supervisor yang sering dapat mengevaluasi kemampuan-kemampuan teknis pelamar dan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yangberkaitan dengan pekerjaan khusus pelamar dengan tepat..

Evaluasi Kesehatan
Proses seleksi termasuk pula evaluasi medis pelamar sebelum keputusanmempekerjakan staf dan pengajar dibuat. Evaluasi tersebut terdiri atas cekliskesehatan yang meminta pelamar menunjukkan informasi kesehatan dankecelakaan.

Peninjauan Pekerjaan yang Realistis
Peninjauan pekerjaan yang realistis menambah wawancara pengawassupervisor. Peninjauan pekerjaan yang realistis artinya menunjukkanpekerjaan kepada para pegawai dan format pekerjaan sebelum keputusanpenerimaan dibuat, hal ini menunjukkan kepada calon staf dan pengajar, jenispekerjaan, peralatan dan kondisi-kondisi kerja yang dilibatkan.

 Assessment Center  Assessment Center 
adalah penilaian para staf dan pengajar denganmenggunakan tempat tertentu untuk menguji pelamar dalam suatu simulasiatas tugas-tugas yang diminta. Para penyelia menilai kinerja pada simulasi inidan membuat kesimpulan menangani kemampuan dan keterampilan masing-masing pelamar.

 Drug test 
Tes ini secara khusus meminta para pelamar untuk menjalani analisis air senisebagai pokok dari prosedur seleksi rutin. Maksud utama dari tes ini adalahuntuk menghindari pengangkatan staf dan pengajar yang mungkin membuatmasalah

Proses Seleksi